Perlunya Sinergitas Bangsa dalam Membangun Pendidikan Karakter

Sebagaimana yang disampaikan oleh para pakar pendidikan, yaitu bahwa terbentuknya perilaku dan karakter seseorang, terutama peserta didik, dipengaruhi oleh 3 faktor eksternal, yaitu keluarga, masyarakat/lingkungan, dan sekolah. Ketiganya memiliki peran yang sangat besar dalam membangun karakter siswa.

Keluarga misalnya, sebuah lingkungan baru yang dirasakan interaksinya sejak anak kecil dilahirkan ke dunia. Maka, peran keluarga menjadi sangat penting diperhatikan. Dan sangat pantaslah jika ada yang mengatakan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, dimana sejak usia 0 tahun, ibulah yang sepenuh hati dan sepenuh waktu membersamai. Oleh karenanya, kesadaran akan pentingnya mendidik anak harus dipahami oleh orang tua, baik ayah ataupun ibu.

Ada istilah golden age atau usia emas dimana seorang anak memiliki masa perkembangan yang sangat pesat terkait dengan apa yang dilihat, dirasakan, didengar, dan dialaminya. Sangat eman kalau dalam usia golden age ini anak kecil dibiarkan jauh dari orang tua, atau diberikan kepada pembantu rumah tangga yang sekedar menjaga anak dan tidak mendidik sepenuh hati.

Hal kedua yang memberikan pengaruh adalah masyarakat atau lingkungan. Setiap anak tidak mungkin 24 jam sehari berada di dalam rumah. Tentunya, dia juga berinteraksi dengan dunia luar, setidaknya dengan masyarakat di sekitarnya, bermain dengan anak-anak tetangga, mengamati kehidupan sosial yang ada di sekitar rumahnya. Hal ini juga sangat menentukan dalam perkembangan sikap anak.

Sebagai orang tua harus pintar-pintar memberikan filter kepada anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang kurang baik. Dalam hal ini, orang tua sering bilang kepada anaknya agar tidak ikut bergaul dengan teman-temannya yang ‘demikian’, tapi bergaullah dengan teman-teman yang ‘demikian’.  Salah satu bagian dari lingkungan adalah TV yang dilihat anak-anak di rumah.

Hal yang ketiga adalah sekolah dalam arti sekolah-sekolah formal dari PAUD, TK, sampai perguruan tinggi. Sekolah menjadi bagian penting dalam membangun karakter seorang anak. Melalui sekolah, anak belajar dan berproses mendapatkan apa yang harus diketahuinya agar terwujud bentuk memanusiakan manusia. Dan sekolah ini-lah yang saat ini diseriusi oleh pemerintah agar menjadi bagian penting pembentuk kepribadian bagi generasi masa depan ini.

Salah satu wujud keseriusan pemerintah dalam ‘mendelegasikan’ sekolah untuk mengambil peran besar dalam proyek masa depan bangsa adalah digelontorkannya banyak dana untuk pendidikan. Selain itu, dengan diberlakukannya pendidikan karakter yang termuat dalam Kurikulum 2013 setidaknya menjadi wujud kesadaran pemerintah akan peran sekolah bagi trilogi keterpengaruhan dalam perkembangan seorang anak.

Namun, yang menjadi kurang maksimal adalah tidak adanya sinergitas gerakan dalam membangun karakter bangsa ini. Pemerintah sangat memperhatikan pendidikan di sekolah sampai detail evaluasi, tapi tidak memperhatikan 2 unsur lainnya, yaitu keluarga dan masyarakat/lingkungan. Padahal, ketiganya memiliki pengaruh besar dalam menentukan kemana seseorang berpijak dan melangkah.

Terkait hal ini, pemerintah hendaknya melakukan sinergitas dengan berbagai elemen bangsa tanpa dimaknai sebagai gerakan politis, tapi benar-benar murni membangun bangsa sebagai bagian dari amanah undang-undang. Sinergitas gerakannya misal dengan PKK, LSM, kementerian yang berkaitan misal Kemendikbud-Kemenag-Kemenkominfo, serta organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada kaitannya dengan ketiga hal unsur di atas (keluarga, masyarakat/lingkungan, sekolah).

Menjadi hal yang sangat ironi adalah ketika anak-anak atau siswa di sekolah diajarkan tentang sopan-santun dan perdamaian, tapi di rumah dia nonton sinetron di TV yang menceritak tentang kekerasan. Ketika di sekolah dilatih untuk bertanggungjawab dan hormat kepada orang tua, tapi di lingkungan sekitar dia disuguhi pemandangan anak-anak muda yang tidak patuh aturan. Dan masih ada banyak kejadian yang perlu disamakan frame-nya terkait dengan gagasan masa depan bangsa, tidak sekedar mencari keuntungan material semata atau mencari pengaruh politik.

Terkait dengan hal tersebut, sangatlah perlu dan penting adanya kesadaran bersama bahwa urusan masa depan bangsa ini menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu juga perlu sinergitas gerakan dari semua elemen bangsa.

Iklan

About afiksa

Student of Marmara University, Istanbul, Turkey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: