Tentang Arti نحن الدعاة قبل كل شيء

نحن الدعاة قبل كل شيء 

Yang artinya kurang lebih yaitu “Kita adalah para da’i sebelum segala sesuatu.”

Sekilas, kalimat dari Syekh Hasan Al-Banna di atas kurang bisa dipahami. Begitu juga dengan saya. Kalimat tersebut sering dikutip oleh banyak. Baik di forum-forum kajian, diskusi kelompok serta ada tulisan-tulisan offline maupun online. Namun, saya belum bisa menangkap maksud dari kalimat tersebut, terutama mengenai penjelasan dari kalimat “sebelum segala sesuatu”.

Apakah hubungan dari da’i dan sesuatu? sesuatu itu maksudnya apa? kenapa disambungkan dengan kata penghubung sebelum? Berwaktu-waktu berpikir tentang arti dari kalimat tersebut.

Setelah bertanya dari seorang temen, saya mendapatkan jawaban sebagai berikut.

Orientasi penciptaan manusia itu adalah sebagai abdi atau hamba yang ditugaskan untuk menyembah dan beribadah kepada Allah Swt. Hal ini sebagaimana disampaikan Allah Swt dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 bahwa “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah/beribadah kepada-Ku”. 

Selanjutnya, orientasi keberadaan manusia adalah sebagai khalifatullah fil ardh atau pemimpin/pengelola bumi ini.

Nah, dalam hal orientasi keberadaan ini, manusia tentunya mengambil bagian peran dalam kehidupan sesuai dengan potensi, keinginan, dan capaian masing-masing. Ada yang berperan sebagai pengusaha, berperan sebagai anak, sebagai ayah, sebagai ibu, guru, pedagang, ketua RT/RW, kapten pemain bola, pelatin basket, dosen, karyawan, kyai, ulama’, dan peran-peran lainnya dalam kehidupan.

Sebelum manusia berperan sesuai keingan dan potensi masing-masing, ada peran utama yang sudah digariskan oleh Allah Swt, yaitu sebagai da’i atau penda’wah. Dalam arti sederhana, arti da’wah adalah mengajak kebaikan dan mencegah kemunkaran. Ada banyak ayat-ayat dari Al-Qur’an yang menjelaskan tentang keutamaan sebagai da’i. Dari banyaknya ayat-ayat yang menjelaskan pentingnya sebagai da’i ini, dapat diartikan betapa pentingnya seorang dari yang mendapat keistimewaan dari Allah Swt.

Kembali ke masalah awal di atas yaitu penjelasan dari نحن الدعاة قبل كل شيء, yaitu bahwa sebelum kita mengambil peran sesuai dengan keinginan dna potensi masing-masing individu, kita juga harus sadar bahwa kita adalah da’i, membawa misi da’wah, dimanapun kita berapa dan siapapun kita berperan.

Ketika jadi orang tua, tugas sebagai da’i juga harus dijalankan. Ketika menjadi ketua RT/RW, kesadaran bahwa kita adalah da’i harus dijalankan. Begitu juga peran-peran yang lain dalam kehidupan.

Kesimpulannya, ternyata arti dari kata “sebelum segala sesuatu” adalah segala peran kehidupan yang dijalani oleh manusia. Dan kalimat dari Syekh Hasan Al-Banna ini menjadi ide dasar dan ide kesadaran bahwa kita adalah da’i dimanapun kita berada dan menjadi siapapun kita berperan.

Meskipun kalimatnya agak acak-acakan, semoga memberikan manfaat ya guys.. hehehe

Iklan

About afiksa

Student of Marmara University, Istanbul, Turkey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: