Proses Islamisasi Nusantara Melalui Pasar | Api Sejarah

Proses Islamisasi Nusantara Melalui Pasar | Kebangkitan Islam dan Pengaruhnya di Nusantara 

Kehadiran Islam yang diturunkan kepada seorang wirausahawan yang ummi, yakni Nabi Muhammad Saw, yang diawali dengan turunnya surat Al-‘Alaq: 1-5, yang tidak diturunkan di istana yang megah melainkan di sebuah bukit batu gersang, Jabal Nur dengan guanya yaitu Gua Hira’, mampu menembus sejarah dengan realitas sarana yang sangat sederhana. Dan juga berdampak abadi dan menembus daratan, lautan, serta udara yang tiada batas. Padahal hanya digerakkan oleh personal yang merupakan a tiny creative minority (kelompok kecil minoritas yang penuh kreativitas).

Islam disambut sebagai liberating forces atau kekuatan pembebasan dari belenggu ajaran yang menyesatkan. Meskipun tidak diturunkan di istana, namun mampu menumbangkan singgasana penguasa-penguasa yang beristana megah. Gerak Islam berputar sangat menakjubkan, meluas hingga ke batas cakrawala dunia. Bukan gerakan dari istana ke istana, melainkan dari pasar ke pasar. Para wirausahawan tidak hanya memasarkan komoditi barang-barang perdagangan tapi menjadikan pasar sebagai arena amal ajaran niaga Islami.

Banyak yang beranggapan bahwa pasar hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan materi, namun sebenarnya tidak hanya demikian. Dari pasar muncul pertukaran bahasa, ekonomi, politik, ideologi, sosial, budaya, ketahanan dna pertahanan. Bahkan konversi agama pun berlangsung karena pengaruh pasar.

Para da’i menjadikan pasar sebagai pusat perniagaan dan da’wah. Dari pasar, dibangun masjid. Dari masjid, generasi muda dibina. Melalui pasar, berkembanglah Bahasa Melayu Pasar menjadi bahasa komunikasi niaga dalam pasar. Dan dari pasarlah, Huruf Arab Melayu menjadi dikenal di Nusantara Indonesia. Yang menguasai pasar akan mengendalikan pengaruh kekuasaan politik, transportasi, pendidikan, dan budaya serta peradaban.

Istilah pasar berasal dari Timur Tengah, bazaar, yang dibawa oleh para pelaku niaga muslim.

(Ringkasan dari Buku Api Sejarah 1 karya Ahmad Mansur Suryanegara halaman 26-28)

Iklan

About afiksa

Student of Marmara University, Istanbul, Turkey

One comment

  1. Ping-balik: Testamen Penguasaan Kelautan | Api Sejarah | Afiksa Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: