Tahun Baru, Sebuah Renungan dan Harapan

Tahun Baru, Sebuah Renungan dan Harapan

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صلّ على سيدنا محمّد

اللهم إني أعوذ بك من الهمّ و الحزن وأعوذ بك من العجز و الكسل و أعوذ بك من الجبن والبخل و أعوذ بك من غلبة الدَّين و قهر الرجال

Tahun Baru, tentunya diiringi dengan semangat baru, harapan baru, serta mimpi-mimpi baru. Namun sebelumnya, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1438, sebuah tahun yang dihitung sejak hijrahnya Rasulullah Saw ke Yatsrib dengan ditemani sahabat setianya yakni Abu Bakar As-Shiddiq, sebuah tahun yang mulai dicetuskan oleh Khalifah Usmar bin Khattab, sebuah tahun yang menjadi arti penting bagi umat muslim di berbagai belahan dunia, dan juga merupakan sebuah tahun yang menjadi patokan semangat hijrah dari kondisi yang kurang baik menjadi lebih baik.

Bergantinya tahun tentunya menandakan kalau kita sudah melewati 1 tahun dihitung sejak 1 tahun yang lalu, dan melewati 10 tahun dengan dihitung sejak 10 tahun yang lalu. Terkait dengan pergantian tahun ini, setidaknya ada dua kondisi yang kita hadapi; yang pertama merenungi apa yang kita lakukan di tahun-tahun yang telah kita lewati dan yang kedua adalah harapan tentang tahun-tahun yang akan kita hadapi.

Mungkin kita pernah mendengar ungkapan bahwa pergantian tahun hijriyah (qomariyah) tidak seperti pergantian tahun masehi (syamsiyah). Kalau pergantian tahun masehi, keadaannya sangat meriah, pada menyalakan kembang api, dll. Namun saat pergantian tahun hijriyah, keadaannya tidak meriah seperti saat tahun masehi.

Ya, memang demikian. Momentum yang ditempuh pada momen pergantian tahun hijriyah ini adalah momen perenungan, muhasabah diri, berpikir tentang masa lalu, pertaubatan, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan di waktu kehidupan yang telah dilewati. Kita sadar bahwa bergantinya tahun ini tentunya berkurang pula waktu sisa untuk menikmati kehidupan ini. Bukan sekedar momentum diberikan kesempatan bertemu tahun baru. Oleh karenanya, muhasabah diri dan merenungi dosa-dosa sesuai dengan kesadaran berpisah dengan tahun lama dan bertemu tahun baru.

Selain momentum perenungan atau muhasabah, tahun baru juga diciptakan sebagai tahapan-tahapan atau fase menyiapkan dan berkomitmen untuk mengisi hari-hari ke depan menjadi lebih baik. Pada momentum inilah, muncul harapan-harapan baru serta targetan-targetan yang mau dicapai di masa depan, setidaknya untuk 1 tahun ke depan.

So, mari bermuhasabah diri. Semoga dosa-dosa kita di masa lalu diampuni oleh Allah Swt, dan doa-doa kita diijabah oleh-Nya. Amin.

Itu dulu ya kawan,

Kalian merenung dulu sana….

Setelah itu berdoa, ya… 😀

Selamat Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1438. Ingat, 1438 ya, bukan 1437 lagi. 😛

Iklan

About afiksa

Student of Marmara University, Istanbul, Turkey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: