3 Kekuatan Islam yang Ditakuti Barat

Islam selain diartikan sebagai agama, juga merupakan manifestasi sebuah peradaban yang utuh dan menyeluruh, serta memiliki karakter keuniversalan dalam berbagai aspek, ruang dan waktu. Dari kesempurnaan inilah yang kemudian banyak orang yang awalnya sangat membenci Islam dan lambat laut menjadi pembelanya dan menjadi pejuang dari agama ini.

Pada pembahasan kali ini, sedikit pemaparan bahwa ada tiga dimensi dalam agama Islam yang ditakuti oleh orang-orang barat atau peradaban barat. Yang dimaksud barat disini adalah peradaban non Islam. Ketiga dimensi tersebut yaitu:

1. Sejarah Islam

Dalam sejarah, banyak dikisahkan kaum muslim hampir selalu memenangkan berbagai pertempuran melawan orang kafir. Semisal perang Badar dimana jumlah tentara umat Islam mampu mengalahkan pasukan orang kafir yang secara jumlahnya orang kafir jauh lebih banyak. Tidak hanya di masa awal-awal (masa Rasulullah, sahabat, dan tabi’in), termasuk di abad-abad pertengahan umat Islam membuat getar dunia barat dengan berhasil dimenangkannya berbagai pertempuran seperti penaklukkan konstantinopel, serta beberapa perang salib. Berbagai peristiwa sejarah tersebut yang kemudian menjadi bayang-bayang dan menghantui kaum barat dan menjadi sebuah trauma yang sulit terobati.

2. Nilai Islam (value)

Islam sebagai sebuah pilihan pijakan hidup memiliki kesempurnaan dalam ajarannya. Islam juga merupakan sebuah kumpulan aturan yang mengatur berbagai aspek kehidupan umat manusia. Dari yang sifatnya individu, atau pun yang sifatnya sosial, semua diatur. Nilai kesempurnaan inilah yang kemudian menjadi bayang-bayang yang menghantui peradaban barat yang secara sadar atau tidak mereka mengakui kesalahannya sendiri.

3. Sumber Daya (resources)

Islam memiliki sumber daya manusia yang mengenal nilai-nilai perjuangan atau yang disebut dengan jihad. Ketika pertahanan umat Islam sudah terusik, mereka akan rela bertempur sampai titik darah penghabisan. Mereka tidak takut akan kematian karena mereka meyakini syahid adalah kematian yang mulia. Dan umat Islam meyakini adanya kehidupan setelah kematian.

Hal ini berbeda dengan kaum barat yang tidak meyakini adanya kehidupan setelah kematian. Dari paham materialisme yang mereka anut, yang kemudian turunannya adalah aliran komunis dan liberal, mereka hanya memahami hidup ya hanya di dunia ini. Jadi, mereka takut mati karena kalau sudah mati sudah tidak bisa menikmati apa yang ada di dunia ini.

Ketika kaum barat berperang melawan umat Islam, maka terjadi peperangan antara orang yang takut mati melawan orang yang mencari mati. Kira-kira yang kemudian berpikir dua kali untuk bertempur siapa? Sumber daya manusia inilah yang menjadi kekuatan dari agama ini.

Selain sumber daya manusia, Islam juga memiliki sumber daya alam yang melimpah. Rata-rata negara Islam berada di daerah tropis dan sub tropis, dimana negara-negara di kawasan ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, dimana ini tidak dimiliki oleh mayoritas negara-negara barat.

Dari ketiga hal inilah, sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam harus bangga bahwa kita merupakan peradaban yang besar. Dan tentunya tidak hanya sekedar bangga, namun juga mampu bersinergi gotong-royong bersama-sama memaksimalkan berbagai potensi yang kita miliki.

Cukup ya….

Materi di atas merupakan hasil diskusi dengan beberapa teman

Kalau ada pendapat lain silahkan dituliskan di kolom komentar. 🙂

Mari kita perkaya perspektif, memperbanyak wawasan dan sudut pandang.

Thanks.

Iklan

About afiksa

Student of Marmara University, Istanbul, Turkey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: